cover

Author       : Lydia Jung (@francislydiaa)

Genre          :Romance,School Life

Rating        : T

Length       :Multichapter

Main Cast:

–         Kai EXO-K a.k.a Kim Jong In

–         Krystal f(x) a.k.a Jung Soo jung

Other Cast:

Find them by your own~

Annyeong chingu! Sekarang author udah mulai membuka lebaran baru untuk wp ini karena udah ada lumayan bannyak new ff yang ada di otak author dan bakalan di share ke sini. Karena tiap hari author nganggur di rumah-_- haha. Oh iya sekali lagi, ini ff asli author yang punya ide, so please, no bashing or plagiator dan di ff ini, yong hwa dan Jessica itu marganya bukann jung ya, tapi lee. Wkwk, mian, Cuma buat keperluan ff doang kok=))

 

Kau adalah sahabat terbaikku Jong In, dan aku tidak akan pernah melupakanmu walaupun nantinya kau akan menemukan keluarga baru..

———————————————————————————

*Jong In POV*

Hoahhh.. udara di taman kota memang paling enak! Eh, tunggu duulu! Bukankah itu soo jung? Kenapa dia menangis? Dan siapa namja itu? Kenapa dia memeluk soo jung?!

Apa dia namjachingunya? Tapi siapa dia? Kenapa aku merasa aku mengenalnya?

*Jong In POV END*

*Yonghwa POV*

“Soo jung, kajja kita pulang, ini sudah sangat sore.”

“ne oppa. Kajja..”

Aku terus berpikir kenapa soo jung sangat menyukai namja itu sampai dia terus menangisinya. Kupikir itu adalah hal yang paling tidak berguna! Apa lagi yang ditangisinya adalah namja berengsek seperti itu!

*Yonghwa POV END*

****

*author pov*

“YA! SOO JUNG! DARIMANA SAJA KAU HAH??! KAN SUDAH KUBILANG JANGAN PULANG MALAM! LIHAT PAKAIANKU JADI TAK BISA KUPAKAI BESOK!!AISH!!” teriak Jessica pada soo jung saat soo jung masuk ke dalam rumah lebih dulu daripada yonghwa.

“YA! Apa yang kau katakana hah Jessica?! Kenapa kau menyuruhnya mencuci bajumu hah?!” teriak yonghwa pada Jessica.

“o..o..oppa, i.. itu.. YA! D..Dia kan sudah menumpang dirumah kita! B..biar saja dia mencuci baju! Hanya i..itu saja kok!” teriak Jessica pada Yonghwa gagap.

“kau ini benar benar! Dia itu kan sudah jadi anggota keluarga kita!”

Akhirnya 2 org bersaudara itu pun bertengkar. Yah, memang sudah biasa melihat pemandangan ini karena mereka tak pernah berubah. Selalu bertengkar karena Soo Jung.

“stoppp!!!!!!” teriak soo jung kemudian, karena dia sudah tidak tahan melihat kedua saudaranya itu bertengkar.

“gwaenchana oppa, itu memang benar. Aku hanya menumpang di rumah ini, sudah sepantasnya aku melakukan pekerjaan itu. Mianhae Jessica sii, aku akan mencuci bajumu sekarang. Aku akan pastikan kau bisa memakai nya besok.”

“baguslah kalau kau sadar diri! Sana cuci sesegera mungkin!”

“ani! Jangan pernah kau cuci pakaian itu! Kau ini sudah menjadi keluarga lee! Mana boleh kau diperlakukan seperti ini! Apalagi eonmu yang menyuruhnya! Sudah kau belajar saja! Biar oppa yang cuci.”

“oppa! Apa yang kau lakukan?! Biar saja dia yang lakukan itu!” teriak Jessica lagi.

“andwae oppa. Oppa sajalah yang belajar, oppa kan sudah mau tamat dan mau mencari kerja..”

“aniyo! Kau pergi lah saja belajar!”

“andwae oppa!”

“soo jung! Kenapa kau ini sangat keras kepala?!”

“aniyo oppa, oppa yang keras kepala!”

“hah.. arraseo. Kita cuci baju itu bersama!”

“mwo?!”

“kenapa soo jung kau ingin protes lagi? Ini cukup adil kan?”

“aish oppa, oppa belajar saja!”

“ani! Oppa akan membantumu karena oppa tau, Jessica itu sangat banyak pakaiannya..”

“hah… arraseo oppa. Oppa memang sangat keras kepala.”

“ya! Lee yonghwa! Apa yang kau lakukan?! Biar saja dia yg kerjakan!”

“diamlah Jessica! Sudah aku mau cuci baju busukmu itu dulu! Kajja soo jung!”

“mworago?! Busuk?!! Dasar kau lee yonghwa! Lihat saja nanti!” kata Jessica lalu pergi.

*author pov end*

****

*Jessica pov*

Ada apa sih dengan si yonghwa itu! Bagaimana bisa dia lebih memilih yeoja itu daripda saengnya sendiri?!

Tunggu sebentar, lebih tepatnya, dia memperlakukan soo jung tidak seperti saengnya melainkan yeoja yang dia sukai. Apa dia menyukai soo jung? Ani! Ani! Mana mngkin oppa menyukai soo jung! Jessica! Berpikirlah yang positif!

“hoammm! Aku sangat lelah! Apa aku harus menelfon jong in ya? Mendengar suaranya rasanya aku ada di surga!”

Lalu aku mengambil hp ku dan menelfon jong in.

“Yobboseyo?”

“ah, Yobboseyo Jong In sii..”

“ne. waeyo Jessica sunbaenim?”

just call me Jessica. Aku sangat merindukan suaramu. Ahaha. Ini kan sudah hampir 2 tahun sejak kita tak pernah bertemu lagi. Oh iya kau kuliah dimana?”

“ahaha, kau bisa saja sunbae, eh Jessica. Aku kuliah di Seoul University. Waeyo?”

“jinjja?! Kau kuliah disitu? Nado! Aku juga kuliah disana! Kau dikelas apa?”

“aku di kelas art jess..”

“jinjja?! Berarti kau..”

Chamkamman, kelas art berarti kelas yang sama dengan soo jung!

“waeyo Jessica?”

“ani.. apa kau mengenal soo jung?”

“ne. aku mengenalnya, dia satu kelas denganku. Waeyo?”

“hati hatilah padanya! Dia itu orang yang licik dan penggoda!”

“mwo?! Dia tidak seperti itu ah..”

“aish! Kau tak mengenalnya jong in!”

“ne,ne.. arraseo.”

Ah, aku haus, sebaiknya aku ke dapur dulu..

Sambil berbincang dengan Jong in, aku pun turun kebawah dan pergi ke dapur.

“kyaa!!!! Oppa! Andwae! Aku jadi basah nih!”

“siap siap soo jung! Kemari kau ahaha!”

Suara siapa itu berteriak teriak?! Sepertinya oppa dan soo jung, ngapain sih mereka?!

“suara apa itu Jessica?”

“ah, aniyo jong in sii..”

Kulihat lagi oppa memeluk soo jung, lalu menyiramnya. Mereka sudah tdk seperti saudara lagi melainkan sepasang kekasih yang sedan bercanda ria! Aku tak tahan lagi! Aku harus menghentikan mereka!

“Ya!!! Yonghwa oppa! Soo jung! Apa yang kalian lakukan?!!!”

“Jessica si..” jawab soo jung itu pelan.

“mwo?!! Kau yang menyuruhnya mencuci pakaianmu! Kenapa kau marah-marah padanya?!”

“ya oppa! Tau kah kau perlakuanmu padanya itu sudah seperti dia itu yeojachingumu! Bukan saengmu!”

“diamlah Jessica! Pergi saja!”

“aishh!” aku mendengus kesal dan pergi meninggalkan mereka.

*Jessica POV end*

*Jong In pov*

“Ya!!! Yonghwa oppa! Soo jung! Apa yang kalian lakukan?!!!”

Mwo? Kenapa dia membentak oppanya? Dan soo jung? Apa yang dia katakan? Kenapa dia mengenal soo jung?

“Jessica si..” jawab soo jung itu pelan.

“mwo?!! Kau yang menyuruhnya mencuci pakaianmu! Kenapa kau marah-marah padanya?!”

“ya oppa! Tau kah kau perlakuanmu padanya itu sudah seperti dia itu yeojachingumu! Bukan saengmu!”

“diamlah Jessica! Pergi saja!”

Jadi, soo jung adalah saeng tiri Jessica hah? Mungkin begitu jika aku tak salah menebak tapi sebaiknya aku menanyakan padanya langsung.

“Yobboseyo?”

“ah, ne yobboseyo jessica?”

“mianhae.. tadi kau pasti kaget mendengarku marah-marah pada soo jung dan oppaku.”

“ne gwaenchana. Tapi bagaimana bisa kau mengenal soo jung?”

“oh dia, appaku membawanya kerumah 7 tahun lalu. Katanya dia ingin mengangkat soo jung sebagai anaknya atas permintaan terakhir eommaku. Soo jung itu sangat licik! Kau lihat saja bagaimana dia merebut kasih sayang appa dan oppa yang dulu hanya diberikan padaku! Sekarang mereka sering membentakku karena soo jung! Memang dasar dia itu yeoja penggoda!”

“hush! Jangan ngomong gitu jess.. dosa..”

“ani! Itu kenyataan Jong in! sudah dulu ya, aku mau tidur..”

“ne.”

Pip!

Jadi oppa Jessica sunbae memperlakukan soo jung seperti yeojanya. Kalau aku tak salah dengar, nama oppanya adalah yonghwa kan?

Chamkamman! Apa jangan-jangan yang di taman tadi..

*Jong in pov end*

*soo jung pov*

Pagi ini pagi yang cerah! Hari ini aku akan berangkat ke sekolah dengan Sehun! Ya, kemarin kan dia diantar eommanya. Tapi tidak hari ini. Kami janji akan bertemu di depan halte bus.

“soo jung! Pagi!” sapa sehun.

“ne. pagi sehunnie.”

“kajja, itu bus kita sudah datang!”

“ne. kajja..”

Di perjalanan aku dan sehun berbincang banyak. Aku tak tahu topic apa yang pasti kami perbincangkan tapi itu sangat seru. Tak terasa, kami sudah sampai di sekolah. Aku pun turun dari bus. Lalu tanpa kusadari, aku menyebrang, dan ada mobil di samping kiriku. Untung saja aku tak tertabrak. Lalu seorang lelaki dengan pakaian seorang atasan yang seumuran dengan appaku turun dari mobil itu dan langsung menanyakanku.

“apa kau tidak apa-apa?”

“ne. aku tidak apa-apa ahjussi. Gomawo. Dan mianhae.. aku tidak melihat mobil ahjussi tadi..”

“ah, ne gwaenchana. Siapa namamu?”

“Soo Jung.”

“dan margamu?”

“Lee. Aku lee soo jung ahjusii..”

“nama yang bagus. Kau seperti anakku yang kutinggalkan sewaktu dia berumur 6 tahun. Maukah kau jadi anakku untuk satu hari ini saja?”

“mwo? Tidak mungkin ahjussi. Oppanya akan memarahinya jika dia pergi dengan orang yang baru dikenalnya!” jawab sehun.

“ani sehunnie.. gwaenchana. Aku akan minta izin pada appa dan oppa nanti.. ahjussi. Aku akan menemui ahjussi setelah jam kuliah selesai. Dimana kita bertemu?”

“aku akan menjemputmu nanti. Kau kuliah disini kan?”

“ne ahjussi.”

“oke, aku akan jemput kau jam 2 nanti.”

“ne.”

****

“soo jungie, apa kau yakin?”

“ne aku yakin sehunnie.. apalagi dia terlihat sedih saat mengatakan tentang putrinya itu. Ah, aku rasa putrinya itu pasti sangat beruntung mempunya appa yang baik seperti itu.”

“tapi dia kan yang meninggalkan putrinya itu?”

“dia pasti meninggalkannya dengan alasan tertentu sehun.”

“ne. kau benar.”

Hari ini, aku duduk di sebelah jong in dan sehun. Dan dia sudah mulai berbicara padaku. Tapi kami pasti bisa bicara lebih banyak kalau dia masih mengingatku. Ini benar-benar menyakitkan karena aku harus mengulang semuanya dari awal.

Jam kuliah sudah selesai. Seperti yang dikatakan ahjussi itu, dia sudah datang dengan supirnya. Jadi aku menelfon appa dan oppa. Mereka mengizinkanku pergi tapi tak boleh pulang lewat dari jam 8.

“ahjussi!”

“ah soo jung! Kajja!”

“ne. sehunnie, aku pergi dulu ya..”

“ne. hati-hati ya. Kalau sempat, nanti datang ke rumahku dulu ya!”

“ne.”

Lalu aku pergi dengan ahjussi itu. Dia menceritakan semua tentang putrinya itu, dan benar, kisahnya sama denganku. Aku sangat mengerti perasaan ahjussi itu.

“ah, kajja soo jung, kita ke rumah makan itu dulu. Saat aku masih miskin, aku sering makan disana. Kajja!”

“ne.”

“aku pesan 1 porsi sushi ya!” kata kami serentak.

“kau suka sushi juga soo jung?”

“ne ahjussi, kita punya banyak persamaan ya, padahal yang suka sushi itu sedikit kan? Ahaha” *author ngaco. Yg suka sushi bnyk kok! –abaikan-*

Lalu kulihat ahjussi itu sepertinya sangat kelelahan jadi dia tertidur. Kulihat lagi wajahnya dalam-dalam. Aku merasa sangat senang. Seandainya aku adalah putri ahjussi ini. What a lucky girl.

“Soo Jungie.. maafkan appa!”

Ah, maksudnya soo jung anaknya kan? Ahaha

“Appa tidak bermaksud meninggalkanmu dengan halmaeonni mu! Tapi appa harus karena eommamu pergi dan appa harus mencarinya! Tapi ketika appa kembali, halmaeonnimu sudah meninggal dan appa tak tahu kau dimana. Eommamu, eomma appa, dan kau, semua pergi meninggalkan appa, appa minta maaf soo jung.. jeongmal mianhae..”

Ahjussi ini, seperti nya dia benar-benar kehilangan, bahkan saat dia tidur begini..”

****

“ahjussi, bisakah kita ke rumah sehun sebentar?”

“ah, temanmu tadi? Ne. dimana rumahnya?”

“di sebelah sana..” tunjukku ke rumah berwarna biru itu.

“ne. kajja kita turun.”

“ne.”

****

“annyeonghaseyo..” kataku pada lee ahjuma dan sehun.

“ah, soo jung, masuklah..”

“ne ahjumma. Tapi aku membawa seseorang, boleh dia masuk?”

“ne, ajaklah saja.”

“ahjussi, masuklah..” kataku.

“annyeonghaseyo..” kata ahjussi itu pada lee ahjumma.

Sontak tiba-tiba saja lee ahjumma berdiri. Dia terlihat kaget.

“Jung Myeon Ho..” kata lee ahjumma.

“Lee Hyeri?”

To Be Continue..

Okeh! FF ke 4 sudah release dari author itale~ wuhuyy *joget gangnam style bareng kwangmin* tungguin ya chapter 4nya. Nah sekarang gimana menurut kalian? Bagus ga? Jangan kacangin author dong yaL pelisss~