Tags

, , , , ,


Party_Hat

Author: Lydia Jung (@francislydiaa)

Genre: Romance,School Life

Rating: T

Length: OneShoot

Words      : 2,190 words

Main Cast:

–   Krystal f(x)

–   Kwangmin Boyfriend

–   Minho SHINee

Other Cast:

–   Sulli f(x)

–   Zelo B.A.P

–   Minwoo Boyfriend

Annyeong readers! Kali ini author comeback with new FF, maaf lama published ya, soalnya belakangan ini, author males nulis ff abisnya keenakan nge tweet sih.. ahaha. Oke deh langsung aja.

Happy Reading~

*Krystal POV*

“Kwangmin ya! Aku disini! Kenapa kau pergi kesana? Ada ada saja ahaha..” kataku pada kwangmin. Kwangmin memang sahabat masa kecilku yang sudah kuanggap seperti namdongsaeng kandungku. Dia hanya beda setahun denganku. Rumah kami bersebelahan dan kami selalu bersama. Dia sangat terkenal di sekolah. Semua yeoja disekolah selalu menganggapnya cool. Tapi menurutku tidak begitu. Dia adalah namja yang manja.

“ah! Krystal noona! Ternyata kau disitu! Kukira, yeoja tadi itu kau, soalnya dari belakang kalian mirip sekali!”

“ahaha, apakah kau masih belum bisa mengenalku? Kita kan sudah bersahabat sejak 7 tahun yang lalu..” kataku pura-pura ngambek.

“aih noona, jangan ngambek dong. Nanti wajah noona yang cantik itu berubah jadi jelek.. ahaha”

“Ya kwangmin! Kau ini!..”

“noona, neomu yeppeo..”

“m..mwo?!”

“ahaha, noona, wajahmu lucu sekali!”

“aish kwangmin ya! Kau ini iseng banget!”

“mehrong mehrong noonaku yang cantikk..”

“aish, sudahlah.. kajja kita beli bahan-bahan yang ahjumma pesan tadi..”

“ne, noona.. hehe”

Aku dan kwangmin pun berbelanja di sebuah supermarket. Dia namja yang lucu, jadi aku tak pernah menyangka kalau yeoja-yeoja di sekolahku itu menganggap dia cool dan dewasa. Padahal menurutku tidak. Dia itu kekanak-kanakan dan manja.

“noona! Semuanya sudah dibeli. Kajja kita bayar!”

“ne. kajja~”

****

“wahh! Enak sekali masakan ahjumma hari ini!” kataku.

“ahaha, krystal sii, kau ini berlebihan..”

“ani ahjumma, aku serius.. ini enak!”

“ne..”

Lalu aku,kwangmin,dan ahjumma berbincang-bincang lalu melihat foto-foto kwangmin saat dia masiih kecil. Kami berkali-kali terkekeh. Kulihat wajah kwangmin. Dia sangat malu dan berusaha menghentikan ahjumma.

“ah, ini sudah malam ahjumma,, aku pulang dulu ya.. dah kwangmin.”

“ne noona, hati-hati ya. Mimpikan aku yang tampan ini ya~”

“aish kwangmin kau ini! Ne.”

“hati-hati ya krystal..”

“ne ahjumma~”

****

Pagi itu disekolah, seperti biasa, aku masuk ke kelasku. Aku mencari-cari dimana handphoneku, aku bingung. Padahal aku ingat aku membawanya!

“eh! Itu kwangmin! Itu kwangmin! Ganteng bangett!”

Kudengar para yeoja-yeoja di sekitarku heboh. Aku langsung bingung lalu bertanya pada sulli.

“ada apa sul?”

“itu, si namja kece dari kelas 2 datang ke kawasan kelas 3..”

“mwo?!”

Aku langsungb berlari ke luar dan kulihat kwangmin sudah di depan kelasku dengan dikelilingi yeoja-yeoja seangkatanku itu.

“ah!! Noona!!” katanya lalu memelukku manja. Para yeoja itu memperhatikanku iri.

“ya!! Kwangmin! Apa kaau tak tahu ini depan umum?!”

“hiks.. noona, apa kau tak mau bertemu denganku?” katanya dengan suara aegyonya itu. Semua yeoja disekitarku menatapku ngeri seakan mengatakan ‘jangan buat dia menangis!’ aku pun spontan langsung mengusap matanya.

“uljimma.. yasudah, ada apa sih? Kenapa kau sampai datang ke kawasan kelas 3?”

“noona, kau melupakan ini di mobilku tadi..” katanya sambil mengeluarkan handphone warna pink dengan motif bunga-bunga dari kantongnya.

“aih! Gomawo kwangmin yaa!! Aku dari tadi mencari cari ini! Ada yang penting di handphone ini! Gomawo! Gomawo! Gomawo!!!” kataku lalu memeluknya.

“a..ah.. n..ne noo..noona.. cheon..ma.” katanya tersipu-sipu.

Akupun jadi bingung.  Kenapa dengannya? Padahal dulu kalau aku memeluknya, dia biasa saja, kenapa kali ini dia jadi tersipu sipu? Aku kan juga jadi malu.

*Krystal pov end*

*kwangmin pov*

“aih! Gomawo kwangmin yaa!! Aku dari tadi mencari cari ini! Ada yang penting di handphone ini! Gomawo! Gomawo! Gomawo!!!”

DHEG!!

Krystal noona baru saja memelukku! Aku sangat senang sampai tersipu begini! Kau pasti tersipu dong kalau misalnya seseorang yang kau suka memelukmu. Ya, kau benar, aku memang menyukai krystal noona. Aku tak tau sejak kapan perasaan ini mulai datang. Tapi, bisa kupastikan kalau aku menyukainya.

Aku langsung kembali ke kelas. Lalu aku tak sengaja menabrak seseorang yang sepertinya seangkatan dengan krystal noona. Dia cukup tampan.

“mianhae, sunbae nim..” kataku.

“ah, ne. gwaenchana..”

Lalu dia membalikan badannya lalu pergi.

Aku duduk di kelas sambil memasang headset di salah satu telingaku lalu membaca komik naruto edisi terbaru. *kwangmin otaku ya?*

“hey, kalian dengar tidak? Minho sunbae nim katanya sudah punya pacar!”

“mwo? Yang benar saja kau minwoo?! Siapa pacarnya?”

“aish! Aku serius zelo! Kudengar sih, krystal sunbae dari kelas 3-3. Dia memang sangat cantik! Tak heran kalau Minho sunbae suka padanya! Mereka memang cocok. Pasangan yang sempurna dengan namja tampan dan yeoja cantik. Aku benar-benar iri zelo ya.. ahaha”

“nado..”

m..mwo?! apa aku tak salah dengar?! Apa mereka menyebut krystal? Apa yang mereka maksud itu, krystal noonaku?! Siapa Minho?! Aku tak tahan! Aku harus tahu lebih banyak!

“hey! Minwoo, zelo, apa benar Minho sunbae nim dan krystal noona pacaran? Dapat info dari mana?”

“kau tak tahu kwangmin sii?! Waduh, padahal kau orang yang paling dekat dengan krystal sunbae. Itu sih masih gosip,tapi banyak yang membenarkan hal itu. Kejadiannya sih, sejak krystal sunbae disuruh pergi membeli barang-barang bersama minho sunbaenim oleh song songsaenim.”

“jinjja? Lalu apa hubungan nya dengan mereka bisa pacaran?”

“katanya sih, ada siswa sekolah kita yang melihat Minho sunbae nim memegang tangan krystal sunbae lalu memeluknya.”

“kenapa dia memeluknya? Dan yang mana sih Minho sunbae nim?” *aduh si kwangmin, keponya kelewatt*

“katanya minho sunbaenim baru saja menyatakan perasaannya saat itu lalu diterima oleh krystal sunbae, jadi dia memeluknya. Mwo?! Kau tak tahu minho sunbae nim?! Dia sangat famous kwangmin! Bahkan popularitasnya sama dengan kau! Dia adalah seorang jenius! Dia salah satu anggota basket yang paling dibanggakan karena pernah menang basket 1 lawan 1 tingkat internasional!!” jelas zelo panjang lebar.

Apa dia sunbae yang kutabrak di tangga tadi ya?

*kwangmin pov end*

*krystal pov*

“hey krystal, sepertinya kwangmin menyukaimu..”

“Y..ya! Kau ini ada-ada saja sulli! Dia hanya menganggapku noonanya!”

“krystal ya, kenapa kau jadi tersipu karena itu?! Apa mungkin kau menyukainya juga?!”

“m..mwo?! mana mungkin! Aku hanya menganggapnya namdongsaengku!”

Aku benar-benar terkejut dengan ucapan sulli tadi. Ucapan sulli itu memang sedikit benar. Karena aku merasa sepertinya ada perasaan yang berbeda dihatiku pada kwangmin belakangan ini..

“krystal sii!” teriak seseorang padaku. Tentu saja aku merasa terpanggil dan melihat kebelakang. Ternyata ada Minho yang memanggilku.

“ah, ne. wae yo Minho sii?”

“bisa aku bicara denganmu sebentar?”

“eh? Kenapa? Ne. kau duluan saja. Aku akan menyusul.”

“arraseo. Aku tunggu kau dibelakang taman.”

“ne.” jawabku singkat.

“hey, krystal ya, aku benar-benar iri padamu! Kwangmin dan Minho, 2 namja paling tampan di sekolah sangat dekat denganmu! tidakkah kau merasa kalau Minho mempunyai persasaan padamu? Kurasa dia menyukaimu. Dia selalu perhatian padamu dan baik padamu. Dan kudengar belakangan ini juga, kalian sudah pacaran. Apa benar?”

“aish sulli sii! Kau ini! Dari tadi ngaco mulu deh. Tidak kok, itu tidak benar! Aku tidak pacaran dengannya! Aishh! Sudahlah! Aku pergi dulu ya.”

“ne.. ne..”

Kulihat Minho sii sudah menungguku di taman belakang sekolah. Aku penasaran, hal apa yang ingin di sampaikannya padaku.

“Minho sii, mian, lama menunggu..”

“ah gwaenchana..”

“apa yang ingin kau bicarakan denganku?”

“krystal sii.. mungkin kau sudah tak ingat karena kita beda kelas saat itu. Tapi, saat pertama kali aku masuk kesekolah ini, aku kehilangan kalung peninggalan eommaku. Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat. Itu adalah satu-satunya kenangan eommaku yang ada padaku sebelum dia meninggal. Aku datang ke taman ini lalu aku duduk dan memikirkan apa yang harus kuperbuat. Tanpa kusadari, aku melihat kau duduk di ayunan itu. Kau melihatku, lalu menghampiriku. Kau bertanya apa yang kulakukan disini. Lalu kau mendengarkanku dengan baik dan membantuku mencari kalung itu. Kau mendapatkannya di kolam renang sekolah. Kau basah kuyup karena mencari kalung itu. Dan kurasa kau sangat baik dan cantik. Aku merasakan sesuatu yang tak pernah kurasakan. Aku tak mengerti perasaan apa yang kurasakan saat itu. Tapi sekarang aku mengerti. Aku tahu apa yang kurasakan. Aku mencintaimu krystal sii..”

*krystal pov end*

*kwangmin pov*

Aku sudah tak tahan! Aku benar-benar penasaran tentang gosip itu! Aku harus menemui Krystal noona sekarang!!

“Sulli sunbae! Dimana Krystal noona?!”

“ah, krystal? Tadi minho memanggilnya dan menyuruh krystal menemuinya.”

“dimana mereka bertemu?!”

“kalau aku tak salah dengar, tadi di taman belakang sekolah. Memang ke.. ya! Kwangmin sii! Ada apa sih?!”

Aku langsung berlari tanpa mendengar kelanjutan yang dikatakan oleh Sulli sunbae. Aku sudah sampai di depan gerbang taman belakang. Aku masuk ke taman itu. Lalu aku melihat, dengan mata kepalaku sendiri, krystal noona dan namja itu berpelukan. Kupegang dadaku. Rasanya ini sangat menyakitkan. Tanpa kusadari, air mataku terjatuh. Aku benar-benar benci pada diriku sendiri. Aku bahkan menunda terlalu lama pernyataan cintaku pada krystal noona, dan sekarang aku menyesal! Dia sudah jadi milik orang lain. Aku benar benar bodoh! Aku benar-benar benci diriku sendiri!

*kwangmin pov end*

*krystal pov*

“..aku mencintaimu krystal…”

Mwo?! Yang benar saja! Minho menyukaiku?! Apa yang harus kulakukan kali ini?!aku benar-benar tak menyangka kejadian seperti hari ini akan ada!

“aku tak memaksamu untuk menjadi yeojachinguku, krystal sii.. aku hanya ingin menyampaikan perasaan ini padamu. Aku benar-benar tak tahan kalau hanya menyimpan perasaan ini dalam hatiku. Tapi kalaupun kau mau, aku akan sangat senang.”

“mianhae minho sii.. tapi ada orang yang kusukai..”

“kwangmin kan?”

“ne. bagaimana kau mengetahuinya?”

“dari raut wajahmu saat bersamanya, terlihat sekali kalau kau menyukainya krystal sii..”

“aku tak terlalu yakin begitu minho sii. Tapi setiap bersamanya, hatiku merasa tenang dan aku juga deg deg an..”

“aku benar-benar iri pada kwangmin. Dia bisa mendapatkan hatimu.. dia adalah namja yang beruntung.”

“kau akan mendapatkan seseorang yang lebih baik daripada aku minho sii. Yeoja yang akan mendapatkanmu itu pasti adalah yeoja yang beruntung. Kau adalah namja yang tampan dan baik. Sayang sekali, tapi yeoja itu bukan aku..”

“ne. arraseo krystal sii. Eum, krystal sii, bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kali saja?”

“eh?”

“aku tidak memaksa kok. Dan kejadian di depan toko waktu itu,.. mianhae, aku benar-benar kehilangan akal sehatku saat itu. Aku benar-benar sedih karena merindukan eommaku.”

“gwaenchana minho sii, aku mengerti perasaanmu.. peluklah aku..”

Lalu dia memelukku dan aku membalas pelukannya. Dia adalah namja yang baik.

“gomawo krystal sii.. bisakah kita menjadi sahabat?”

“apa maksudmu?”

“tidak boleh ya?”

“ani, bukan begitu, kita kan sudah jadi sahabat dari dulu. Kenapa harus bertanya seperti itu?”

“gomawo, krystal si..”

“ne..”

*krystal pov end*

*kwangmin pov*

Aku benar-benar membenci diriku! Kalau sudah begini, bagaimana aku bisa menemui krystal noona? Dia pasti akan lebih bnyk meluangkan waktunya denga minho sunbae. Tidak! Aku tidak mau! Aku harus mengungkapkan perasaanku apapun yang terjadi! Walaupun Krystal noona akan menolakku, aku harus mengungkapkan perasaan ini!

“kwangmin sii!” teriak krystal noona. Aku ingin menyahutnya lagi. Tapi tak jadi. Aku melihat namja itu bersamanya lagi. Ya, minho sunbae. Dia yang bersama krystal noona. Hatiku benar-benar sakit.

“kwangmin sii, waeyo?”

“ah, aniyo noona. Kajja, kita pulang..”

“ne. annyeong minho sii, hati-hati ya.”

“ne. kamu juga ya krystal sii.. annyeong..”

Melihat mereka saling mengucapkan salam pisah, hatiku benar-benar menjadi sangat sakit. Tapi apa yang bisa kulakukan? Ini semua adalah ulahku sendiri dan juga kebodohanku yang tak menyatakan perasaanku padanya sejak dulu. Kurasa inilah balasan yang kudapatkan.

“kwangmin sii, kenapa kau diam saja? Biasanya kau sangat berisik dan selalu ngebut. Hari ini kau membawa mobil dengan sangat tenang. Apa kau sakit?” tanya krystal noona, lalu memegang dahiku. Aku kaget lalu memberhentikan mobilku dengan kasar di dekat trotoar.

“ya! Kwangmin sii! Apa yang kau lakukan?!”

Aku tak tahan! Aku takut dia akan menjauhiku dan membenciku kalau aku menyatakan perasaanku padanya! Aniyo! Aku tak mau dia membenciku!

“mianhae noona, tapi bisakah kita tak bertemu untuk sementara waktu ini?”

“waeyo kwangmin sii? Apa kau membenciku?”

“aniyo noona, bukan begitu.. aku hanya..”

“wae?!!!!!” katanya lalu menangis. Aku bodoh! Kenapa aku malah membuat yeoja yang kusukai menangis?! Pabbo kwangmin!

“noona..”

“arraseo kwangmin sii..gwaenchana. aku tidak akan menemuimu lagi setelah ini. Gomawo untuk semuanya..” dia menghapus air matanya, lalu tersenyum. Tapi aku tahu, senyumnya itu adalah senyuman palsu. Dia keluar dari mobilku, lalu dia turun dari mobilku. Aku benar-benar tidak tahan! Aku harus menyatakan perasaan ini! Biarlah dia akan menolakku! Setidaknya aku harus menyatakan perasaan ini! Aku pun keluar dari mobilku dan lari mengejarnya.

“noona! Chamkamman!”

“waeyo kwangmin sii?” tanyanya dengan mata berkaca-kaca tapi tersenyum.

“noona, saranghaeyo! Aku tahu aku tak pantas mengatakan ini tapi..”

“nado..”

Apa aku tak salah dengar? Apa benar krystal noona berkata ‘nado’?

“noona?”

“nado saranghae, Jo Kwangmin..”

“tapi noona, bukankah kau sudah berpacaran dengan Minho sunbae?”

“mwo? Siapa yang bilang?”

“aku melihatmu dan dia berpelukan di taman tadi..”

“oh, itu.. jadi, kau disana tadi? dia memang bilang padaku kalau dia menyukaiku. Tapi aku menolaknya dan berkata kalau aku menyukaimu. Dia memintaku untuk memeluknya sekali itu saja. Jadi aku memeluknya.”

“jinjja?”

“ne. kau tak percaya padaku jo kwangmin?”

Aku terduduk lega di tanah itu. Aku benar-benar senang. Aku tak menyangka kalau noona mempunyai perasaan yang sama denganku.

“kwangmin sii, gwaenchana?”

“ne. gwaenchana noona, aku hanya lega karena mengetahui kebenaran itu. Aku hampir saja mati dibakar api cemburu.”

“ahaha, kwangmin si, kau ini benar-benar lucu. Berdirilah.”

“noona, bolehkah aku memanggilmu krystal saja?”

“eh?”

“jeballl..”

“ne. boleh, kau ini, ternyata manjamu tetap tak berubah ya..”

“hehe, krystal, neomu yeoppopo..”

“ahaha, gomawo kwangmin ya~”

Chu~~~

Aku mencium bibir yeojachinguku yang cantik itu. Wajahnya tersipu malu.. ah, krystal noona.. neomu neomu kyeopta! Saranghaeyo noona! Noona! Neomu yeppeo!~~

THE END

Gimana readers? Bagus ga ffnya? Ini ff oneshoot author yang ke-3 lho.. ahaha. Oke deh, leave komen,like,atopun share ya beb~ have a nice day!!!<3