Tags

,


kok

Author: Lydia Jung

Genre: Romance,Family,Comedy

Rating: T

Length: Chaptered

Main Cast:

–         Tao EXO M

–         Tia Chocolat

Other Cast: nyelip di teks tuh’-‘)/

Desclaimer: FF ini terinspirasi dari manga jepang. No bash! mian telat post ya, tdi ada urusan mendadak, haha. happy reading!~

[Tia POV]

“Oppa!! Ireona! Ini sudah jam berapa?! Kau kan harus ke kampus!!!”

“aigooo, kau ini berisik sekali tia ssi! Kau tak tahu kalau oppamu ini sedang lelah hah?!”

“bukan urusanku! Siapa suruh oppa pulang malam dari rumah si Kyungsoo gila itu!”

“YA! Jaga omonganmu tia ssi! Dia itu lebih tua darimu!

“blablabla! Terserahmu sajalah Tao Huang!”

“aishh, anak ini!”

“ireona! Ppali! Nanti aku adukan eomma!”

“berisik! Aku mau tidur jangan ganggu aku!”

“eomma!!! Oppa tak mau bangunn!!!

“TAO HUANGG!!!!! IREONAA!!”

“aishh, suara eomma kuat sekali, bisa saja dia berteriak dari bawah sampai ke atas!”

“makanya bangun!”

“ne! kau puas?!”

“bweeeeee:P”

Yah, begitulah kehidupan pagi hariku. Tiap pagi, hanya membangunkan oppaku si pemalas itu. Kami adalah keluarga huang. Setiap pagi, appa dan eommaku selalu menyuruhku membangunkan tao si payah itu. Sangat mengesalkan!

“hoammm.. ngantuk banget dehh-_-“

“aish oppa, kau ini sebenarnya mandi tidak siih? Bau bangettt..”

“ya! Kau ingin ditampar hah?!”

“YA! Tao Huang! Tia Huang! Berhenti bertengkar! Setiap pagi suasana rumah ini terus-terus saja begitu!”

“mianhae appa. Tapi si tao jelek duluan yang cari gara-gara appa!”

“ya! Kau yang duluan menggodaku! Ngatain aku bau segala lagi!”

“diamlah! Itu kan kenyataan!!”

“YA!!!..”

“Stop! Kalian ini kakak adik kok berantem terus sih?”

“aih eomma, sebaiknya eomma ajarin dulu nih si toing jelek, how to speak with older people!”

I don’t care, I think you’re not even an older brother but actually you are a younger brother because you’re so childish!”

“aishh! Stop bothering me! Aish jinjja! Gausah pamer bahasa inggris deh! Semua orang juga tau bahasa inggris ku lebih bagus!”

“hah! Pede banget sih?! Udah ah! Aku berangkat ke sekolah dulu! Bisa gila aku kalau terus berdebat dengannya!”

“bagus deh! Pergi aje sono!”

Awas saja kau Tao Huang! Kau akan kupermalukan hari ini! Yap! Aku sudah membuat rencana untuk membalasnya waktu itu. Dia benar-benar membuatku malu seminggu yang lalu. Tetaplah menghinaku sampai pagi ini, dan kau akan rasakan akibatnya.

Flashback

“Eh Tia! Itu oppamu kan? Sedang apa dia disana? Kenapa namja-namja dan yeoja-yeoja sekolah kita mengelilinginya?” tanya Melanie padaku.

“molla. Mungkin dia lagi di kroyokin massa kali. Haha”

“kau gak khawatir?”

why should I worry?”

“parah, kalian ini sebenarnya saudara kandung atau tidak sih? Aku heran deh-_-“

“aku bakal seneng banget kalo dia bukan saudaraku!”

“ah! Itu tia, hyung!” teriak seorang murid kelasku.

“ah, tia! Yeodongsaengku yang tersayang, lihat nih oleh-oleh yang kubawa untukmu dan teman-temanmu!” kata tao oppa. Omo! Itu kan koleksi foto-foto sehun sunbae! Kenapa bisa ada padanya? Mati aku! Malah ada tulisan ‘saranghae’ lagi di belakangnya. Semoga dia tidak melihatnya!!

“YA! Tao oppa?!!! Apa yang kau lakukan?!!! Kembalikan itu!”

“ohh, jadi ini namja yang kau sukai? Tidak buruk juga seleramu. Haha”

“oppa! Kembalikan!”

“hey! Lihat ini! Saengku menyukai sunbae kalian, ada tulisan saranghae dibelakang foto ini. Kalian bantu dia mendapatkan cintanya arrachi?!” katanya sambil tertawa. Aishh! Bagaimana bisa dia mempermalukan saengnya sendiri?!

“oppa!!!!” teriakku.

“jadi kau sudah berani samaku hah?! Arraseo. Siapa yang mengenal sehun ini hah?! Which one of you knew him closely?”

“oppa! Jebal!”

“ah! Oh Seong Ju adalah namdongsaengnya!”

“Oppa!!!!!” kataku makin berteriak.

“stt.. mau dibantu tidak?!” katanya setengah menggodaku. Benar-benar! Nyebelin!!!

“ah, ada apa dengan hyungku?” tanya seong jo.

“seong jo ssi! Apapun yang dikatakan oleh oppaku, jangan dengarkan! Dia sudah gila!”

“mwoya?! Kau bilang aku gila?! Bahkan kau membawa foto ini kemana-mana sampai tertinggal di mobilku tadi!”

“hah?! Jinjja?! Kau menyukai hyung ku Tia ssi?”

“a..aniyo! bukan begitu!”

“chamkammaneyo!”

Apa lagi ini?!!!

“hyung, ini dia yeoja yang menyukaimu.” Kata seong jo spontan. Mati aku! Apa yang akan terjadi padaku besok appa! Eomma! Hikss

“oh, jadi kau yang namanya Oh Sehun. Bagaimana penampilang saengku?”

“hyung, apa maksudmu?” tanya sunbae heran.

“sunbae! Jangan dengarkan kata-katanya! Dia baru saja sakit hati tuhh”

“ya! Kau ini sudah dibantu juga!”

“aku tak butuh bantuanmu itu, oppa jelek!”

“mwo? Kau katakana aku jelek?! Bahkan kau jauh lebih jelek dariku! Dengar Oh Sehun, saeng ku ini menyukaimu. Apa kau mau jadi namjachingunya?” dasar oppa kurang ajar! Kenapa dia bertanya seperti itu di depan banyak orang?! Kurasa aku sudah hampir mati!

“m..mwo? apa maksudmu hyung?”

“hah, ternyata wajahmu saja yang cukup tampan. Tapi ternyata kau itu pabbo ya!”

“apa yang kau katakan oppa?! Berani banget sih ngatain Sehun sunbae pabbo?! Justru kau yang pabbo!”

“diamlah! Begini ya, oh sehun. Jadi, saengku ini, sangat mencintaimu sampai menulis kata saranghae dibelakang fotomu. Kau lihat? Dia punya banyak koleksi fotomu. Dari yang kurang bagus, sampai yang sangat tidak bagus.”

“tia ssi, apa kau yang mengirim surat padaku setiap pagi di lokerku?” tepat! Mampus aku! Aku bahkan ingin mati saja sekarang! Oppa pabbo itu sudah menghancurkan hidupku!!

“mi..mianhae sunbaenim..  a..aku tidak bermaksud mengganggumu. Aku hanya..”

“gomawoyo.”

“ne?”

“gomawo. Tapi aku tak bisa jadi namjamu. Aku menyukai yeoja lain.”

Dhegg! Aku memang tidak berniat menyampaikan perasaanku sunbaenim. Kenapa kau menanggap ini semua adalah keinginanku?

“ah.. ge..gwaenchanayo sunbaenim. Aku memang tidak berniat menyatakannya. A..anggap saja aku hanya penggemar rahasiamu.” Kataku pelan.

“wahh, jadi ditolak ya? Ckckck, kasian saengiku, sabar ya, tia oppa sayang~” kata namja yang berstatus oppaku itu. Aish! Jeongmal! Dia itu terlalu mengesalkan!

“diamlah! Kajja kita pulang! Aku pamit dulu, sunbaenim, semuanya. Annyeong!”

“ne.”

****

Flashback END

Baiklah. Bersiaplah kau tao huang. Kau akan mati karena malu karena ini! Bersiaplah! Aku sudah menelitimu selama seminggu ini. Dan aku sudah tahu dari Kyungsoo oppa kalau kau menyukai seorang yeoja bernama Jessica. Dan kebetulan juga, aku menemukan puisi cinta di kamarnya yang ada tulisan tentang yeoja itu juga. Haha! Biarlah! Ini salahnya! Karena dia seminggu ini, aku selalu diejek sebagai ‘yeoja yang tersakiti’ oleh teman-teman sekelasku!

[Tia POV end]

[Tao POV]

“ah, tao ssi! Itu saengmu kan?”

“ne. kenapa dia disini?”

“eh, itu kan Jessica ssi. Lihat! Dia sepertinya menghampiri saengmu!”

“jangan jangan…. Kyungsoo ssi! Kau pergi duluan deh! Ada yang mau kuurus!”

[Tao POV END]

[Tia POV]

“Tia ssi!”

“Omo, Oppaku sudah datang eonni. Gomawoyo!”

“ne. eh, oppamu tao?”

“ne, eonnie. Kau mengenalnya?”

“ne. dia satu kelasku. Oh iya, siapa namamu? Aku belum bertanya tadi.”

“ah, naneun Tia Huang imnida. Eonni?”

“ah, Jessica Jung imnida.”

“m..mwo? Jessica?” tanyaku terkejut. Ini waktu yang tepat! Kataku tersenyum licik.

“Tia ssi! Kajja kita pulang!” kata oppaku.

“Shireo! Aku mau sama eonnie ini dulu!”

“Aniya! Aku bilang kajja kita pulang!”

“Andwae! Eonni.. hiks..” kataku mulai bermanja.

“sudahlah tao ssi, biarkan kami jalan-jalan dulu.”

“jangan Jessica ssi! Anak ini banyak bohongnya!”

“oppa! Kenapa kau tega?!” mampus kau Tao Huang! Perlahan lahan aku akan merusak image mu di kampus ini!

“tao ssi! Sudahlah, dia itu saengmu!” kata Jessica eonni. Kulihat wajah oppaku, aku tertawa geli dalam hati. Dia tampak keberatan. Tapi aku yakin dia akan izinkan.

“hah.. arraseo. Pergilah!”

“gomawoyoo oppa~ hehe”

“jangan macam-macam! Awas kau!” ancamnya. Bodo amat! Siapa takut! Kau juga begitu kan?!

“sesukaku! Kau diam saja oppa!”

“m..mwo?! yaa!!”

“sudahlah tao ssi, kalau kau tak percaya padanya lebih baik kau ikut dengan kami.” Kata sica eonni. Aku memang cepat akrab dengan siapa saja yang kukenal. Hehe.

“eonni, kenalkan aku pada chingudeul kalian. Jeball~”

“m..mwo?! aniya! Jangan sicca ssi!” kata oppaku lebih panic. Hehe, kena kau tao huang!

“sudahlah. Biar saja!”

[Tia POV END]

[Tao POV]

Apa ada yang direncanakan oleh anak kecil ini ya? Jangan jangan dia mau balas dendam lagi!

“annyeong oppadeul, eonniedeul.” Sapa si kecil itu sok manis. Cihh!

“aigoo! Neomu neomu kyeopta! Saengmu sicca ssi?” tanya kai.

“aniyo, dia adik tao ssi.”

“mwoya?! Jinjja?! Ya tao ssi! Kenapa tak pernah kau kenalkan aku pada saengmu yang cantik ini?” dasar si kai, seleranya jelek banget!

“apanya yang cantik? Kecil gini, jelek lagi, ih, seleramu ga bagus deh..” kataku kesal.

“oppa! Nappeun!” teriaknya manja. Ish, menjijikan! Pinter banget acting nih anak!

“diam aja deh!”

“nanti aku kasih tau rahasia oppa lho!”

“m..mwoya?! sudah kuduga kau merencanakan sesuatu! Apa yang kau rencanakan, eoh?!”

“aku tak akan cerita kalau oppa tak jahat padaku.”

I won’t! aku tak punya rahasia apapun!” kataku. Padahal sebenarnya aku sangat gelisah!

“ada apa adik kecil? Apa rahasia tao?” Tanya Luna.

“eonni, apa eonnie tau oppaku menyukai salah satu dari kalian?”

“ya?!apa yang kau katakan?!” aduh! Mati aku! Jangan jangan incarannya Jessica lagi! Mati aku!

“mwo?! Dia menyukai salah satu dari kami? Nugu? Nugu?” tanya Suzy kepo.

“Jessica eonni..”

“MWOOOO??!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

-To Be Continue-

Gaje? Wakwak, emang, tungguin aja deh chapter selanjutnya yak wkawka.